BEBERAPA DEFINISI DAN PENGERTIAN

 

Sapi, Kerbau, Kuda, Kambing dan Domba

 

Rumah Potong Hewan adalah suatu bangunan atau kompleks bangunan dengan disain tertentu yang digunakan sebagai tempat memotong hewan selain unggas bagi konsumsi masyarakat luas (Manual Kesmavet, 1993).

Usaha pemotongan hewan adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perorangan atau badan hukum yang melaksanakan pemotongan hewan selain unggas di rumah pemotongan hewan milik sendiri atau milik pihak lain atau menjual jasa pemotongan hewan (Manual Kesmavet, 1993).

Daging adalah bagian-bagian hewan yang disembelih atau dibunuh dan lazim dimakan manusia, kecuali yang telah diawetkan dengan cara lain daripada pendinginan atau bagian-bagian hewan potong yang disembelih termasuk isi rongga perut dan dada yang lazim dimakan manusia (Manual Kesmavet, 1993).

Hewan potong adalah sapi, kerbau, kuda, kambing dan domba (Manual Kesmavet, 1993).

Pemotongan hewan potong adalah kegiatan untuk menghasilkan daging yang terdiri dari pemeriksaan ante mortem, penyembelihan, penyelesaian penyembelihan dan pemeriksaan post mortem (Manual Kesmavet, 1993).

Pemeriksaan ante mortem adalah pemeriksaan kesehatan hewan potong sebelum disembelih (Manual Kesmavet, 1993).

Penyembelihan hewan potong adalah kegiatan mematikan hewan potong dengan cara menyembelihnya (Manual Kesmavet, 1993).

Penyelesaian penyembelihan adalah kegiatan lebih lanjut setelah penyembelihan hewan potong guna memungkinkan pemeriksaan dagingnya (Manual Kesmavet, 1993).

Pemeriksaan post mortem adalah pemeriksaan daging dan bagian-bagiannya setelah selesai penyelesaian penyembelihan (Manual Kesmavet, 1993).

Karkas adalah bagian dari hewan potong yang disembelih setelah kepala dan kaki dipisahkan, dikuliti, serta isi rongga perut dan dada dikeluarkan (Manual Kesmavet, 1993).

Hasil ikutan adalah hasil samping dari pemotongan hewan potong yang berupa darah, kulit, bulu, lemak, tanduk, tulang dan kuku (Manual Kesmavet, 1993).

Limbah adalah buangan dari proses pemotongan hewan potong dan hasil ikutan yang tidak dimanfaatkan (Manual Kesmavet, 1993).

Petugas pemeriksa adalah dokter hewan pemerintah yang ditunjuk atau petugas lain yang berada dibawah pengawasan dan tanggung jawab dokter hewan dimaksud untuk melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem di rumah pemotongan hewan atau tempat pemotongan hewan (Manual Kesmavet, 1993).

Penanganan daging adalah  kegiatan yang meliputi pelayuan, pemotongan bagian-bagian daging, pelepasan tulang, pemanasan, pembekuan, pendinginan, pengangkutan, penyimpanan, dan kegiatan lain untuk menyiapkan daging guna penjualannya (Manual Kemavet, 1993).

 

 

 Babi

 

Pemotongan babi adalah kegiatan untuk menghasilkan daging  babi yang terdiri dari pemeriksaan ante mortem, penyembelihan, penyelesaian penyembelihan dan pemeriksaan post mortem (Manual Kesmavet, 1993).

Pemeriksaan ante mortem adalah pemeriksaan kesehatan babi sebelum disembelih (Manual Kesmavet, 1993).

Penyembelihan babi adalah kegiatan mematikan babi dengan cara menurut ketentuan dalam Surat Keputusan ini  (Manual Kesmavet, 1993).

Penyelesaian penyembelihan adalah kegiatan menguliti dan mengerjakan lebih lanjut babi yang telah disembelih guna memungkinkan pemeriksaan dagingnya (Manual Kesmavet, 1993).

Pemeriksaan post mortem adalah pemeriksaan daging babi dan hasil ikutan pemotongan babi sebelum dikeluarkan dari rumah pemotongan babi (Manual Kesmavet, 1993).

Daging babi adalah bagian-bagian babi yang disembelih dan lazim dimakan manusia termasuk isi rongga perut dan dada (Manual Kesmavet, 1993).

Karkas babi adalah bagian dari babi yang disembelih setelah  dikuliti dan dikeluarkan isi rongga perut dan dadanya  (Manual Kesmavet, 1993).

Hasil ikutan pemotongan babi adalah darah, kulit, bulu, lemak, tulang dan kuku (Manual Kesmavet, 1993).

Penanganan daging babi adalah  kegiatan yang meliputi pelayuan, pemotongan bagian-bagian daging babi, pelepasan tulang, pemasakan, penggaraman, pembekuan, pendinginan, pengangkutan, penyimpanan, penjajaan daging babi dan atau untuk menyiapkan daging babi guna penjualannya (Manual Kemavet, 1993).

Penanganan hasil ikutan pemotongan babi adalah penggaraman, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan  oleh industri khusus hasil ikutan pemotongan babi (Manual Kesmavet, 1993).

Industri khusus adalah industri yang khusus mengolah hasil ikutan pemotongan babi (Manual Kesmavet, 1993).

 

KEMBALI KE SAMPUL