EKSTERIOR
(BAGIAN-BAGIAN LUAR TUBUH AYAM)

 

Secara garis besar bagian-bagian luar tubuh ayam jantan dan betina meliputi bagian kepala dan leher, badan, kaki dan ekor. Bagian-bagian tubuh tersebut diselimuti oleh bulu, kulit dan  sisik  Hal ini yang membedakan antara ayam dengan reptil. Bagian-bagian tubuh luar ayam jantan dan betina tersebut secara rinci digambarkan oleh North (1978) pada gambar 1 dan 2.

 

                               Gambar 1. Bagian-bagian tubuh ayam betina (North, 1978)           

  

                Gambar 2. Bagian-bagian tubuh ayam jantan (North, 1978)

 

BULU

Menurut North (1978) unggas mempunyai ciri-ciri yang spesifik dengan adanya alat penutup tubuh yang berupa bulu (pulmae/feather) dan kulit. Bulu menutup hampir seluruh tubuh ayam dan ciri ini yang membedakan dengan hewan bertulang belakang yang lain. Bulu tumbuh pada beberapa tempat, yaitu: bahu (shoulder), paha (thigh), ekor (rump), dada (breast), leher (neck), perut (abdomen), punggung (back), sayap (wing), kaki (leg) dan kepala (head).

Sebagian besar bulu tersusun atas protein yang disebut keratin. Bulu berfungsi sebagai pelindung tubuh dari luar, insulasi dari temperatur, identifikasi penyakit, defisiensi nutrien dan produksi telur (North, 1978). Menurut Nesheim et al. (1972) bahwa struktur dan bentuk bulu ukurannya bervariasi pada bagian-bagian tubuh ayam, dan dapat digunakan untuk membedakan jenis kelamin antara ayam jantan dan betina terutama pada bulu-bulu leher, sayap dan ekor. Bulu-bulu besar pada sayap dan ekor pada waktu dan umur tertentu akan meluruh dan tumbuh kembali,  hal ini  menunjukkan waktu tertentu ayam petelur saat keluar dari masa produksi telur. Menurut North (1978) proses dari peluruhan bulu hingga tumbuhnya bulu baru tersebut disebut molting dan proses ini dibawah kontrol kerja hormon. Penentuan jenis kelamin ayam juga dapat ditentukan dengan adanya gen sex likage dengan melihat pertumbuhan bulu dan warna bulu (Nesheim et al., 1972).

Semua unggas mempunyai bulu yang menutupi seluruh tubuh dan mempunyai perbedaan pada setiap spesies. Bulu tersebut tumbuh pada area bulu yang terdapat pada saluran pangkal bulu pada permukaan kulit,  mempunyai berat 4 sampai 9% dari berat hidup dan berjumlah 6.000 sampai 8.000 lembar. Setiap bulu yang tumbuh pada tubuh mempunyai tipe tertentu, secara garis besar terdiri dari shaft atau racis, barbs (bagian yang bercabang  pada shaft), burbules (bagian yang bercabang  pada barbs) dan barbicels  atau bagian yang bercabang  pada burbules (Nesheim et al., 1972). Radiopoetra (1991) secara jelas menggambarkan  bagian plumae tersebut pada gambar 3.

 

                                    Keterangan:

 

                                    Rd : radioli

                                    Br : barbae

                                    R   : rachis

                                    V   : vexillum

                                    C   : calamus

                                    US : umbilicus superior

                                    UI  : umbilicus inferio

                                    A   : barbulae distal

                                    B   : barbulae proximal

                                    C   : Barbulae basal (tanpa radioli)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3. Bagian-bagian dari bulu plumae (Radiopoetra, 1991)

 

Secara anatomis bulu dibagi menjadi plumae, plumulae dan  phyloplumae. Plumulae terdapat pada unggas yang masih muda dan kadang-kadang terdapat pada unggas yang sedang mengerami telur. Plumulae terdiri dari calamus, rachis, barbae dan barbulae tanpa adanya vexillum. Phyloplumae fungsi belum jelas dan tumbuh jarang di seluruh tubuh. Pada plumae terdapat calamus  yang berupa tangkai dari bulu yang berbentuk memanjang dengan rongga di dalamnya. Pada pangkal calamus terdapat lubang yang disebut umbilicus inferior dan pada bagian distal disebut umbilicus superior. Pada umbilicus superior ke arah rachis menjadi sulcus. Pada ayam muda kedua umbilicus tersebut dilalui oleh pembuluh darah  yang berguna untuk mengedarkan makanan kepada bulu-bulu muda. Vexillum terbentuk oleh barbae (suatu cabang bulu ke arah lateral rachis) dan tiap barbae bercabang-cabang menjadi barbulae. Barbulae ada dua macam, barbulae distal dan barbulae proximal. Barbulae distal menuju ke arah ujung sayap dan mempunyai kait-kait yang disebut radioli. Barbulae proximal adalah barbulae yang menuju ke arah pangkal sayap (Radiopoetro, 1991).

Menurut letaknya bulu dibagi menjadi remiges (bulu-bulu pada sayap), retrices (bulu-bulu pada ekor), tectrices (bulu-bulu lain yang menutup badan), parapterium (bulu-bulu pada bahu  antara badan dan sayap) dan alula atau ala spuria yaitu bulu-bulu kecil yang melekat pada jari kedua pada ekstremitas superior (Radiopoetro, 1991).

Menurut umurnya bulu dibagi menjadi neoptyle dan teleoptyle. Neoptyle setelah meluruh diganti dengan teleoptyle. Pada tempat yang ditumbuhi bulu disebut pteryle dan bagian tubuh yang tidak ditumbuhi bulu disebut apteria (Radiopoetro, 1991).  

 

Bulu tumbuh di mulai hari kelima saat embrio masih di dalam telur.  Pertumbuhan di mulai dengan terbentuknya papila pada permukaan kulit yang akhirnya membentuk selubung bulu atau folikel atau germ dengan cara terdorong ke arah atas atau samping pada lapisan di bawah permukaan kulit, sehingga germ bulu tertanam kuat pada kulit (setadium pin feather). Pada periode berikutnya germ yang masih terbungkus pada selubung folikel akan menembus selaput folikel dan tumbuh hingga menutup seluruh bagian tubuh yang masih berupa bulu-bulu halus, yang pada akhirnya menetas pada kondisi bulu sudah lengkap.

 

 

       KULIT

 

Kulit mempunyai fungsi sebagai penahan masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh dan sebagai insulasi panas tubuh. Kulit tidak mempunyai kelenjar minyak kecuali pada pangkal ekor (uropygial). Kulit terdiri dari dua lapis yaitu bagian luar (epidermis) dan bagian dalam (dermis). Epidermis biasanya menyusun pada bulu, paruh, sisik dan kuku. Dermis menyusun pada comb, pial dan ear lobe. Warna kulit biasanya putih atau kuning. Warna kuning ini biasanya disebabkan adanya xanthophylls dalam ransum (North, 1978).

Warna dan ukuran dari wattle dan comb dipengaruhi oleh fungsi dari hormon sex terutama saat sekresi hormon pada saat pertumbuhan gonad. Pada shank dan kulit kombinasi warna terjadi karena adanya pigmen pada bagian lapisan luar dan lapisan dalam pada kulit. Warna kuning karena adanya pigmen karotenoid yang berasal dari pakan  pada bagian epidermis. Warna hitam karena adanya pigmen melanin pada epidermis begitu juga warna yang gelap pada shank disebabkan pigmen melanin pada dermis dan epidermis. Warna biru karena adanya pigmen melanin pada dermis dan warna hijau karena adanya pigmen lipokrom pada epidermis dan melanin pada dermis. Pada ayam broiler moderen diseleksi warna kuning pada shank dan kulit, hal ini disebabkan karena disukai oleh konsumen (Nesheim et al., 1979).

MAIN MENU         SAMPUL